30 September 2011

apa ya judulnya...........

sejujurnya gw nggak pernah ngerti kenapa orang harus tarik urat cuma demi alasan menegakkan 'kedisiplinan' seperti yang gw alami saat ini. iya, nggak main fisik. sama sekali nggak ada yang namanya hukuman dalam bentuk fisik dan semacamnya. tapi capek mental itu lebih parah daripada capek fisik. capek mental bisa jadi stres - depresi - terus masuk rumah sakit jiwa tuh. capek fisik cuma tinggal isitirahat sama minum obat sehari dua hari sembuh. luka batin lebih susah disembuhin daripada luka fisik.

yak kenapa jadi sok bijak begini pula ya -___- maaf loh haha kebawa emosi ~

banyak hal yang gw dapet selama rangkaian acara ini. yang pertama, jangan suka motong pembicaraan orang. orang tua gw ngajarin, satu orang berbicara yang lain mendengarkan sampai selesai. ulang lagi, sampai selesai. kalo di interupsi karena efisiensi waktu, oke. tapi perhatikan betul gimana caranya 'memotong' pembicaraan seseorang tanpa bikin orang itu sakit hati atau merasa dibully hak bicaranya. ini juga alasan kenapa gw nggak mau vokal. iya, ini sangatlah egois. karena gw nggak suka omongan gw dipotong sebelum selesai. dan yang mau gw omongin itu........... banyak -__- prinsip gw, mendingan nggak usah ngomong daripada omongan gw dipotong. pembicaraan yang setengah - setengah itu cuma bakal menimbulkan kesalahpahaman dan multitafsir. bete aja udah ngabis - ngabisin cadangan oksigen dunia buat ngomong capek - capek.... eh orang yang dituju malah nggak dapet 'isi' dari omongan itu.

lalu, meminjam perumpamaan yang menurut gw sangat menginspirasi dari seseorang yang juga menjadi inspirator, perbedaan antara penyelam dan orang yang tenggelam. penyelam itu, orang yang dengan sukarela suka hati menyiapkan diri untuk 'menyelam' tanpa keterpaksaan terjun ke air dan akhirnya dengan sukses bisa menikmati pemandangan dibawah laut. sementara orang yang tenggelam adalah orang yang secara terpaksa masuk ke dalam air sehingga akhirnya bukan keindahan yang dapat ia nikmati, tapi cuma sakit karena 'dipaksa' tadi.

masalahnya disini. gw berniat menjadi penyelam pada awalnya. tapi gw penyelam amatir, butuh bimbingan penyelam profesional. penyelam profesional yang benar - benar 'membimbing' adalah seorang penyelam yang membantu memasangkan tabung oksigen bahkan sampai ikut menjatuhkan diri ke air hanya demi memperagakan bagaimana teknik jatuh ke air yang baik, dan akhirnya kedua penyelam yang profesional dan amatir ini sama - sama menikmati pemandangan dibawah laut.

dan yang rasanya terjadi adalah, seorang penyelam profesional yang hanya memberikan instruksi bagaimana melakukan ini dan itu, tanpa ikut terjun langsung ke air. sehingga penyelam amatir yang masih butuh 'bimbingan' itu kewalahan saat sudah di dalam air dan akhirnya menjadi seseorang yang 'tenggelam'

jadi, jika post ini dibaca oleh orang yang mengerti.... yaudah makasih loh udah dibaca :3 kalo nggak ngerti makasih juga udah dibaca <3

terus esensi postingan ini apa? ........... apa ya............ pengen curhat aja. karena kalo ini diutarakan dalam forum, pasti keburu diinterupsi lagi saking panjangnya -......-

0 orang yang komentar:

Post a Comment